Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Seputar Nama Anak

Posted by masjidbaitulmamur pada 19 April 2010

Nama adalah identitas diri. Sekilas, nama akan menggambarkan akhlak dan kepribadian seseorang. Nama  akan menentukan kesan pertama bagi penyandangnya. Memberikan nama yang salah kepada anak, boleh jadi akan menimbulkan permasalahan bagi si anak kelak. Oleh sebab itu, nama merupakan satu perkara yang wajib diperhatikan bagi setiap orangtua dalam memberikan nama yang tepat bagi anak-anak mereka.

Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk menamai anak-anak mereka dengan nama yang islami. Sunnah bagi umat Islam untuk menamai anak-anaknya dengan nama-nama Islam. Tidak heran jika saat ini banyak anak-anak Indonesia yang namanya Subhanallah, tidak hanya sekedar islami akan tetapi juga sangat indah dari penyebutan maupun artinya. Namun demikian, saat ini banyak pula orangtua yang salah kaprah dalam memberikan nama bagi anak-anaknya.

Perlu diketahui bahwa tidak semua nama dengan menggunakan bahasa Arab itu sudah pasti baik. Banyak nama-nama dalam bahasa Arab yang sebenarnya diharamkan oleh Islam bagi umatnya untuk menggunakannya. Dan sayangnya, minimnya pengetahuan umat Islam di Indonesia dan ditambah lagi dengan kemalasan mereka untuk bertanya atau mencari tahu, akhirnya banyak pula umat muslim di Indonesia yang menamai anak mereka dengan nama-nama yang sebenarnya diharamkan oleh Islam.

Berikut kami nukilkan beberapa hadits yang berhubungan dengan perkara nama tersebut. Semoga dapat memberikan manfaat.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Seseorang menyapa temannya di Baqi: Hai Abul Qasim! Rasulullah saw. berpaling kepada si penyapa. Orang itu segera berkata: Ya Rasulullah saw, aku tidak bermaksud memanggilmu. Yang kupanggil adalah si Fulan. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberi nama dengan namaku, tapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3974)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Seseorang di antara kami mempunyai anak. Ia menamainya dengan nama Muhammad. Orang-orang berkata kepadanya: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama Rasulullah saw. Orang itu berangkat membawa anaknya yang ia gendong di atas punggungnya untuk menemui Rasulullah saw. Setelah sampai di hadapan Rasulullah saw. ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberikan nama dengan namaku, tetapi jangan memberi julukan dengan julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di antara kalian. (Shahih Muslim No.3976)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Abul Qasim, Rasulullah saw. bersabda: Berikanlah nama dengan namaku, tetapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3981)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Semula nama Zainab adalah Barrah. Orang mengatakan, ia membersihkan dirinya. Lalu Rasulullah saw. memberinya nama Zainab. (Shahih Muslim No.3990)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Nama yang paling jelek di sisi Allah adalah seorang yang bernama Malikul Muluk. Ibnu Abu Syaibah menambahkan dalam riwayatnya: Tidak ada malik (raja) kecuali Allah Taala.. (Shahih Muslim No.3993)

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Anakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi saw., beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya (mengolesi mulutnya) dengan kurma. (Shahih Muslim No.3997)

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Asma binti Abu Bakar ra. keluar pada waktu hijrah saat ia sedang mengandung Abdullah bin Zubair. Ketika sampai di Quba’, ia melahirkan Abdullah di Quba’. Setelah melahirkan, ia keluar menemui Rasulullah saw. agar beliau mentahnik si bayi. Rasulullah saw. mengambil si bayi darinya dan beliau meletakkannya di pangkuan beliau. Kemudian beliau meminta kurma. Aisyah ra. berkata: Kami harus mencari sebentar sebelum mendapatkannya. Beliau mengunyah kurma itu lalu memberikannya ke mulut bayi sehingga yang pertama-tama masuk ke perutnya adalah kunyahan Rasulullah saw. Selanjutnya Asma berkata: Kemudian Rasulullah saw. mengusap bayi, mendoakan dan memberinya nama Abdullah. Tatkala anak itu berumur tujuh atau delapan tahun, ia datang untuk berbaiat kepada Rasulullah saw. Ayahnya, Zubair yang memerintahkan demikian. Rasulullah saw. tersenyum saat melihat anak itu menghadap beliau. Kemudian ia membaiat beliau. (Shahih Muslim No.3998)

Hadis riwayat Aisyah ra. bahwa:
Rasulullah saw. dibawakan seorang bayi lalu beliau memberkatinya dan mentahniknya. (Shahih Muslim No.4000)

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Al-Mundzir bin Abu Usaid, ketika baru dilahirkan, dibawa menghadap Rasulullah saw. Beliau meletakkan di pangkuannya sedangkan Abu Usaid duduk. Lalu perhatian Nabi saw. tercurah pada sesuatu di depan beliau. Maka Abu Usaid menyuruh seseorang mengangkat anaknya dari atas paha Rasulullah saw. dan memindahkannya. Ketika Rasulullah saw. tersadar, beliau bertanya: Mana anak itu? Abu Usaid menjawab: Kami memindahkannya, ya Rasulullah saw. Rasulullah saw. bertanya: Siapa namanya? Abu Usaid menjawab: Fulan, ya Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Tidak, tetapi namanya adalah Mundzir. Jadi, pada hari itu, Rasulullah saw. memberinya nama Mundzir. (Shahih Muslim No.4002)

Beberapa pesan yang terkandung di dalam hadits-hadits di atas adalah:

  • Diperbolehkan (disunnahkan) menamai anak dengan nama Muhammad, namun tidak boleh memberikan julukan kepada anak dengan menggunakan julukan yang disandang oleh Rasulullah saw.
  • Sunah merubah nama buruk menjadi nama yang baik, mengubah nama Barrah menjadi Zainab, Juwairiyah dan sebagainya.
  • Tidak boleh (haram) menamai anak dengan nama Malikul Amlak dan Malikul Muluk (Raja Diraja).
  • Sunah mentahnik (mengolesi mulut dengan makanan manis) anak yang baru lahir dan membawanya kepada orang yang saleh agar mentahniknya, boleh memberi nama pada hari kelahirannya, sunah memberi nama dengan Abdullah, Ibrahim atau dengan menggunakan nama-nama Nabi yang lain.

Ditulis oleh anurachman

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: