Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Teh Hijau Ampuh Kembalikan Kondisi Kulit Pasien Kanker

Posted by masjidbaitulmamur pada 7 April 2010

Para peneliti dari Universitas California of Los Angeles (UCLA) menyimpulkan bahwa ekstrak teh efektif untuk mengobati pasien yang menderita kerusakan kulit akibat radiasi pengobatan kanker.
Studi ini telah dipublikasi dalam jurnal ilmiah Journal BMC Medicine. Para peneliti menunjukkan bahwa teh bisa beraksi pada level sel, dengan menghalangi terjadinya inflamasi pada kulit dan mengurangi inflamasi. Mereka juga menunjukkan bahwa ekstrak teh bisa memperbaiki kulit rusak lebih dari 10 hari pada pasien kanker yang menerima pengobatan radiasi.
Salah satu peneliti, Frank Pajonk dan koleganya dari Universitas Freiburg Jerman, mempelajari efek ekstrak teh hijau dan hitam pada pasien yang sedang menjalani perawatan dengan radioterapi, yang bisa merusak kulit. Mereka menyatakan efek yang sama tampak pada sel darah putih manusia maupun tikus saat uji coba. Pajonk dan koleganya menemukan bahwa ekstrak teh bisa mengurangi keracunan dalam kulit yang merupakan efek dari radioterapi selama 5–10 hari.
Ekstrak teh hijau lebih efektif dibandingkan teh hitam pada pasien yang sama. Pajonk juga menunjukkan bagaimana ekstrak teh bisa mengurangi pelepasan sel-sel inflamatori. Di antaranya as IL-1beta,IL-6,IL-8, TNFalpha, dan PGE2, dalam sel darah putih tubuh manusia. Teh hijau memiliki kandungan antiinflamasi lebih tinggi dibandingkan teh hitam.

Keduanya teh hitam dan hijau menghambat semua gejala inflamasi dalam sel darah putih tikus percobaan. Pajonk menambahkan bahwa teh dengan kandungan tinggi polyphenol sangat bisa untuk menjadi antiinflamasi. Namun, cara lain bisa jadi efektif berperan dalam efektivitas klinis tersebut. Selain itu, secangkir teh hijau setiap hari bisa menjauhkan bakteri dari tubuh manusia.
Berdasarkan penelitian dari National institute of Chemistry in Ljubljana, Slovenia, menemukan bahwa kandungan utama dalam teh hijau mampu menghambat enzim bakteri DNA gyrase, yang merupakan target dari beberapa obat. Dengan menggunakan spektroskop NMR, para peneliti dari Slovenia ini menyatakan dengan teh hijau bisa membantu menghindari masalah keracunan.
Memang teh hijau sudah dikenal sebagai salah satu minuman sehat di penjuru dunia selama berabad-abad. Temuan ini bisa menjadi awal untuk mengembangkan antibakteri. Hasil penelitian ini telah dipublikasi dalam jurnal ilmiah Journal of Medicine Chemistry.
Teh. Jangan anggap enteng tanaman ini. Kita memang lebih mengenalnya sebagai minuman pelepas dahaga. Namun sesungguhnya banyak manfaat lain dimilikinya, mulai pengobatan hingga bahan campuran kosmetik berkualitas.
Semua teh berasal dari satu jenis pohon, yaitu Camellia Sinensis. Namun sebutan untuk teh di masing- masing tempat berbeda. Di Sunda biasa disebut Enteh, di China disebut Pu erh cha, di Perancis dikenal dengan Theler, di Jerman umum disebut Teestrauch, di Italia dinamai Te, di Portugis dengan Cha da India, dan di Inggris biasa disebut Tea.
Yang membedakan berbagai macam teh adalah daerah dimana pohon itu hidup, kapan petik daun tehnya, daun yang mana dipetik dan terutama cara prosesnya. Teh bisa disamakan dengan minuman anggur yang sangat tergantung pada lingkungannya sehingga ada kebun-kebun tertentu yang terkenal karena kualitas produk mereka. Dalam satu kebun teh bisa diperoleh 2.000 macam teh berdasar prosesnya.
Selama ini orang mengenal empat jenis teh, yakni teh putih, hijau, oolong, dan teh hitam. Perbedaan keempatnya terletak pada metoda pemrosesan daun teh setelah dipetik. Tiap jenisnya dijuluki berbeda-beda pula sesuai tempatnya diproduksi.
Teh yang benar-benar baik umumnya berasal dari pucuk daun atau daun teh muda yang belum mekar. Untuk menghasilkan 1 pound (0,45 kg) teh berkualitas paling baik, diperlukan lebih dari 80.000 petikan.
Tanaman teh umumnya di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200 – 2.300 m dpl. Teh berasal dari kawasan India ba- gian Utara dan Cina Selatan. Ada dua kelompok varietas teh yang terkenal, yaitu var. assamica yang berasal dari Assam (India) dan var. sinensis yang berasal dari Cina.
Varietas assamica daunnya agak besar dengan ujung yang runcing, sedangkan varietas sinensis daunnya lebih kecil dan ujungnya agak tumpul. Pohon kecil, karena seringnya pemangkasan, maka tampak seperti perdu. Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5 – 10 m, dengan bentuk tajuk seperti kerucut. Batang tegak, berkayu. bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6 – 18 cm, lebar 2 – 6 cm, warnanya hijau, permukaan mengkilap.
Bunga di ketiak berkelamin dua, garis tengah 3 – 4 cm, warnanya putih cerah dengan kepala sari berwarna kuning, harum. Buahnya buah kotak, berdinding tebal, pecah menurut ruang, masih muda hijau, setelah tua cokelat kehitaman. Biji keras, 1 – 3. Pucuk dan daun muda yang digunakan untuk pembuatan minuman teh. Perbanyakan dengan biji, setek dan sambungan atau cangkokan.
Daun berbau aromatik dan sedikit pahit. Berkhasiat sebagai peluruh kencing (diretik), stimulansia jantung (kardiotonik), menstimulir susunan saraf pusat, penyegar badan, berkhasiat sebagai astrigen pada saluran cerna.
Kandungan Kimia Daun Teh Daun teh mengandung kafein (2 – 3 %), theobromin, theofilin, tanin, xathine, adenine, minyak atsiri, kuersetin dan natural fluoride. Tanin menandung zat epigallocatechin galat, yang mampu mencegah kanker lambung dan kerongkongan. Setiap 100 gram daun teh mempunyai kalori 17 kj dan mengan- dung 75 – 80 % air, 25% polifenol, 20% protein, 4% karbohidrat, 2,5 – 4,5 % kafein, 27% serat, dan 6% pektin.
Biji teh mengandung saponin yang beracun dan mengandung minyak. Kafein mempercepat pernapasan, perangsang kuat pada susunan saraf pusat dan aktivitas jantung. Theofilin mempunyai efek diuretik kuat, men- stimulir kerja jantung dan melebarkan pembuluh darah koroner. Theobromin terutama mempengaruhi otot.
Dari hasil penelitian, flavonoid yang merupakan antioksidan polifenol pada teh mampu memperkuat dinding sel darah merah dan mengatur permeabilitasnya, mengurangi kecenderungan trombosis dan atherosklerosis di pembuluh darah yang selanjutnya akan mengurangi risiko kematian akibat jantung koroner.
Di kawasan Shizuoka, Jepang, penduduknya dikenal sebagai peminum teh hijau. Sejak zaman nenek moyangnya mereka memang doyan teh hijau. Hasil penelitian menunjukkan ternyata angka kematiannya akibat penyakit berbahaya seperti kanker dan jantung sangat rendah. Angka ini jauh lebih rendah dibanding penduduk kota-kota lain di Jepang yang bukan peminum teh hijau.
Di Jepang dikenal ada upacara minum teh. Rangkaian upacara ini diawali dengan pembersihan teko penyajian, memasak air, menuang teh hijau ke dalam teko tadi, menuang air panas ke dalamnya, mengaduknya sampai rata dan berbuih, serta kemudian menyajikannya pada tamu dengan tata cara khas Jepang. Mesti upacara ini kelihatannya sederhana, tapi ada suatu getaran ritual dilibatkan, yang membuat upacara minum teh ini jadi suatu seni yang bertahan berabad-abad. Namun bukan ritual itu yang membuat teh berkhasiat, tapi kandungan kimia seperti polifenol dan kafeinlah yang membuat teh berkhasiat bagi kesehatan.
Fungsi Teh
Sebagai minuman terpopuler kedua di dunia setelah air putih, teh berkhasiat bagi kesehatan. Diantaranya :
-mencegah kanker
-meningkat produksi trombosite
-mangandung vitamin C
-menurunkan kemungkinan serangan jantung
-memperkuat urat-urat
-membantu pencernaan
-penyubur dan menghitamkan rambut
-mencegah kencing manis (diabetes mellitus)
-mengatasi sakit kepala
-mengandung floride dan mineral yang memperkuat gigi dan tulang
-berfungsi sebagai anti-bakteri, melawan penyakit seperti diare, cholera, tipes
-mempertajam pikiran, konsentrasi dan menghilangkan kelelahan
Berdasarkan hasil penelitian Dr Sirving O Keli dari Lembaga Perlindungan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda, meminum teh sebaiknya minimal 4,7 cangkir per hari. Dengan cara ini, peminumnya akan tetap bugar dan terhindar dari gangguan jantung dan kanker.
Dalam buku Shennong Bencao, Sennong mencatat 72 jenis tanaman beracun yang dapat dinetralisir oleh teh. Dengan kemampuan antibakterinya, teh membantu menghambat infeksi tenggorokan. Penelitian juga menunjukkan, meminum teh akan memperbaiki konsentrasi, ketajaman perhatian, dan kemampuan memecahkan masalah.
Lebih dari itu, teh bisa pula digunakan sebagai obat luar untuk beberapa penyakit. Di Cina, umpamanya, teh hijau digunakan sebagai obat rumah untuk menyembuhkan luka atau mencegah penyakit kulit dan penyakit kaki karena kutu air.
Disamping teh, ada minuman yang disebut infusion atau teh herbal. Teh Herbal punya khasiat kesehatan disamping punya rasa yang enak, tapi bahan aslinya sesungguhnya tidak mengandung teh (akan dijelaskan edisi berikutnya), meski disebut ‘Teh Herbal’.
Penggunaan Teh
Jangan minum teh berlebihan. Anda bisa mengalami keracunan kafeina kronis. Bila minum 5 cangkir teh setiap hari yang setara dengan 600 mg kafeina, lama kelamaan akan memperlihatkan tanda dan gejala seperti gangguan pencernaan makanan (dispepsia), rasa lemah, gelisah, tremor, sukar tidur, tidak nafsu makan, sakit kepala, pusing (vertigo), bingung, berdebar, sesak napas, dan kadang sukar buang air besar. Untuk pengobatan, perhatikan takaran dan aturan penggunaan daun tehnya.
1. Diare
Daun teh yang masih muda dan segar sebanyak 20 g dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan minum sekaligus.
2. Penyubur dan menghitamkan rambut
Air teh kental sebanyak 1 cangkir diembunkan semalaman. Keesokan paginya air teh ini siap dipakai untuk membasahi kulit kepala dan rambut sambil dipijat-pijat. Lakukan 1 kali setiap hari, sampai kelihatan hasilnya.
3. Sakit kepala
Air teh kental 3/4 cangkir, diberi air jeruk nipis sebanyak 1 sendok teh dan madu 1 sendok makan. Aduk sampai merata, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 – 3 kali sehari.
4. Mengurangi pembentukan karang gigi
Kumur-kumur dengan air teh setelah makan.
5. Infeksi saluran cerna, kolesterol darah tinggi
Daun teh kering (teh hijau) sebanyak 7 gr diseduh dengan air panas. Biarkan selama 10 menit. Minum selagi hangat.
Bahan Campuran Kosmetik
Selain berfungsi untuk kesegaran dan kesehatan, semua bagian tanaman teh juga bisa digunakan untuk bahan- bahan kosmetik. Di antaranya, untuk lotion; cream antiseptik; produk-produk perawatan rambut macam shampo atau conditioner; perawatan mulut seperti pasta gigi, mouthwash, dan pelindung bibir; deodoran; produk pembersih macam sabun atau pembersih kulit; perawatan tubuh seperti hand & body lotion; perawatan kaki; dan produk-produk pelindung tubuh dari sengatan matahari atau yang diperlukan selama perjalanan.
Produk kosmetik yang menggunakan bahan campuran teh (terutama teh hijau) memang lebih banyak dijual dengan sistem multi level atau via internet. Tapi belakangan makin banyak produk yang menganduk ekstrak green tea yang dijual di pasar bebas dan bisa dibeli di berbagai supermarket. Terutama produk shampoo, conditioner, lotion, dan beragam sabun. (fn/ti/rl) www.suaramedia.com

Satu Tanggapan to “Teh Hijau Ampuh Kembalikan Kondisi Kulit Pasien Kanker”

  1. Ada juga lho yang banyak berada disekitar kita, yang ternyata manfaatnya sangat banyak, saya juga baru tahu,

    Apa itu? susu kedelai,.. ternyata manfaatnya banyak sekali, mau tahu?

    Baca disini : http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/05/01/khasiat-susu-kedelai/

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: