Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Raja Namrud

Posted by masjidbaitulmamur pada 10 Februari 2010

Orang yang dijamin masuk neraka ( Namrud )
Di antara manusia ada yang dipastikan sebagai penghuni neraka. Mereka telah mendapat stempel dari Allah yang tidak bisa dirubah siapapun. Siapakah mereka? Setidaknya ada beberapa nama yang disebutkan dalam al-Qur’an maupun hadits.Salah satu tokoh adalah Namrud. Seorang raja besar yang mengangkat dirinya sebagai Tuhan. Imam Mujahid mengatakan bahwa Namrud adalah satu di antara empat raja terbesar sepanjang masa.
Silsilah raja yang berkuasa di kerajaan Babil ini berada pada garis keturunan keempat dari Nabi Nuh. Lengkapnya adalah Namrudz bin Kan’an bin Kusy bin Sam bin Nuh. Sang raja besar ini semasa dengan Nabi Ibrahim.

Sebagai seorang utusan Allah, Nabi Ibrahim wajib menyebarkan dakwah kepada siapa saja. Tak peduli dia adalah seorang raja atau manusia biasa. Kesempatan untuk berdakwah kepada Namrud tiba setelah Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api membara yang membakarnya. Sebagaimana dimuat dalam surat al-Baqarah ayat 258.

Namrud yang telah menisbatkan dirinya sebagai Tuhan mengingkari keberadaan Tuhan yang disembah Nabi Ibrahim. Ia pun menuntut bukti. Nabi Ibrahim menunjukkan bukti bahwa apa yang ada di alam semesta ini merupakan bukti adanya Tuhan. Tidak mungkin alam ada dengan sendirinya. Ada kekuatan maha hebat yang telah menciptakannya. “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,” jawab Nabi Ibrahim.
Raja yang telah berkuasa selama empat ratus tahun itu mengingkarinya. “Saya dapat menghidupkan dan mematikan,” jawab Namrud tak mau kalah. Ia pun membuktikan. Bahwa ia tidak main-main dengan ucapannya. Akhirnya ia mendatangkan dua orang narapidana terhukum mati. Ia mengampuni orang pertama dan menghukum mati orang kedua. Dengan itu, ia meyakini bahwa dia bisa menghidupkan dan mematikan.
Namrud meyakini bahwa kedudukannya tidak berbeda dengan Tuhan yang disembah Nabi Ibrahim. Karena ia juga bisa menghidupkan dan mematikan. Kesombongannya telah menutup mata hatinya, hingga ia tidak mau mengalah. Karena itu, Nabi Ibrahim menunjukkan bukti yang tidak bisa ditandingi oleh siapapun yang mengaku sebagai Tuhan. “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur.”
Nabi Ibrahim menantang Namrud. Kalau benar dia adalah seorang Tuhan sekarang dia harus bisa melakukan hal yang sama dengan menyuruh matahari terbit dari barat. Kebalikan dari apa yang telah dilakukan Allah. Namrud pun tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanyalah manusia yang tidak akan bisa menandingi kekuatan Tuhan.
Meski kalah telak, tapi Raja Namrud tidak mau tunduk dan mengakui Tuhan Nabi Ibrahim sebagai Tuhannya. Karena itu, Allah mengutus seorang malaikat kepada Namrud. Dan menyuruhnya beriman kepada Allah. Dua kali perintah itu tidak dihiraukannya. Kemudian malaikat meminta Namrud agar mempersiapkan bala tentaranya, karena tentara Allah akan datang memberi hukuman.
Namrud menyiapkan tentara dalam skala besar. Mereka menunggu terbitnya matahari untuk segera berangkat. Sebelum matahari terbit, Allah mengirim sepasukan tentara lalat untuk menyerang dan memakan habis tentara Namrud. Tinggal tulang belulang. Meski tentaranya telah hancur, tapi Namrud tetap tidak mau beriman. Hingga Allah mengutus seekor lalat untuk masuk melalui hidung dan menggerogoti otaknya secara perlahan. Namrud merasakan siksa yang tiada tara. Tiap saat ia selalu memukul kepalanya dengan tongkat kecil untuk menghilangkan rasa sakit akibat gigitan lalat. Setelah empat ratus tahun dalam siksaan itu, Nanmrud pun meninggal tetap dalam kekufurannya. (Tafsir Ibnu Katsir 1/308)
(ghoib)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: