Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Cinta kepada Rosul

Posted by masjidbaitulmamur pada 25 Februari 2010

Menakar Cinta kepada Rasul

Seorang ibu menatap lekat gambar anaknya dalam sebuah pigura. Lalu, air matanya berlinang. Sambil mendekap pigura, ia melantunkan doa-doa, memohon Allah SWT memberikan kesuksesan kepada anaknya. Di tempat lain, seorang istri memegang erat lalu mencium baju terakhir yang dipakai suaminya. Bola matanya berkaca-kaca sambil berharap Allah menyertai sukses suaminya yang sejak sebulan lalu bertugas di luar kota.
Di seberang, seorang santri tengah memandangi gambar gurunya, kiai anu, dari sebuah pesantren. Gambar itu membuai si santri dalam romantisme pesantren. Sambil mengangkat kedua tangannya, ia berdoa semoga Allah mengangkat derajat sang kiai di hari akhir kelak. Dari sebuah pesantren, seorang kiai sepuh tengah tafakur di mihrab mushalanya, mengenang para santrinya yang bergulat di medan dakwah.
Seorang gubernur membuat patung Pangeran Diponegoro, dan dipajang di jalan protokol. Ketika ditanya, ia mengaku sangat menghormati dan mencintai perjuangannya. Beberapa seniman secara tulus dengan proses kreatifnya telah membuat patung Gus Dur. Ketika diprotes oleh sebagian masyarakat, para seniman itu bilang, tidak berpretensi apaÿ20pun kecuali alasan mencintai Gus Dur dan perjuangannya. Di negeri seberang, sebuah bangsa membangun patung George Washington karena bangsa itu sangat membanggakan perjuangan sang pahlawan. Mereka mencintainya sepenuh hati.
Berjuta-juta gelombang manusia mendatangi Tanah Suci. Mengangkat tangan kanan, sambil berbisik, ”Duhai Baginda Rasul, kami datang mengunjungi kotamu.” Jutaan tangan bergelayut di dinding pusar Nabi Muhammad SAW, sebagai tanda cinta mereka. Dalam imaji mereka yang paling jujur, mereka merasa seperti berada di tengah-tengah para sahabat menyimak dengan saksama petuah Sang Nabi.
Adakah kekuatan yang kuasa memaksa menarik tangan mereka dari dinding Ka’bah? Lalu, mengingatkan agar jangan pernah menangis di mihrab Nabi? Atau adakah kekuatan yang mampu menghalangi orang bersimpuh jauh di luar Tanah Suci, menyebut nama Baginda Rasul sebagai tanda cinta?
Seperti seorang ibu, seorang istri, seorang santri, seorang kiai, seorang gubernur, sebuah bangsa, jutaan jamaah haji dan umroh, serta sekelompok manusia papa di belahan bumi yang miskin, memanggil-manggil nama Nabi Muhammad SAW karena cinta mereka. Mari buktikan cinta kita kepada Rasulullah SAW, walau hanya dengan menyebut namanya dalam lantunan shalawat. Salahkah kita mengembuskan nama kekasih kita? Mari menakar cinta kita kepada Baginda Rasul di hari kelahirannya, 12 Rabiul Awal.

(Rpk)

2 Tanggapan to “Cinta kepada Rosul”

  1. Kunjungan sesama blogger sob…
    Ditunggu kunjungan baliknya ya…
    Dan jangan lupa komennya…
    http://tombolenter.com

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: