Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Pengorbanan

Posted by masjidbaitulmamur pada 20 Februari 2010

salah satu yg di tuntut Allah dari seorang mukmin adalah pengorbanannya di jalan Allah, yaitu berkorban demi tegaknya agama Allah (li i’la’i kalimat Allah). telah benyak contoh yg kita liat dari perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam hal pengorbanan di jalan Allah.

setelah Rasulullah dan pr sahabat, kita menjupai banyak sekali generasi setelahnnya yg begitu memahami apa arti pengorbanan dijalan ALlah yg sebenarnya. sebut saja “singa ALlah” khalid bin Walid” yg dg gagah berani penuh kebanggaan berkata “aku lebih menyukai malam yg dingin dan bersalju, di tengah – tengah pasukan yg akan menyerang musuh di pagi hari dari pada menikmati indahnya malam pengantin bersama wanita yg aku cintai atau aku dikabari dg kelahiran anak laki2 (HR. al-mubarak dan abu Nu’aim).


salah satu yg di tuntut Allah dari seorang mukmin adalah pengorbanannya di jalan Allah, yaitu berkorban demi tegaknya agama Allah (li i’la’i kalimat Allah). telah benyak contoh yg kita liat dari perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam hal pengorbanan di jalan Allah.

setelah Rasulullah dan pr sahabat, kita menjupai banyak sekali generasi setelahnnya yg begitu memahami apa arti pengorbanan dijalan ALlah yg sebenarnya. sebut saja “singa ALlah” khalid bin Walid” yg dg gagah berani penuh kebanggaan berkata “aku lebih menyukai malam yg dingin dan bersalju, di tengah – tengah pasukan yg akan menyerang musuh di pagi hari dari pada menikmati indahnya malam pengantin bersama wanita yg aku cintai atau aku dikabari dg kelahiran anak laki2 (HR. al-mubarak dan abu Nu’aim).

kitapun pernah mendengar bagaimana gigihnya Utsman bin Madz’un lebih rela di cungkil matanya setelah menolak berada dalam perlindungan orang musyrik dan lebih memilih berada dalam perlindungan Allah. ingatkah pula saal pamannya Walid bin Mughirah berkata kepadanya, “wahai keponakanku dulu matamu sehat dan tidak seperti ini, karena engkau berada dlm perlindungan yg kuat. dengan tegas Madz’un berkata, DEmI Allah, mataku yg sehat perlu merasakan apa yg pernah di rasakan mata2 yg lain di jalan Allah. aku berada dalam perlindungan yg kuat darimu (HR. Abu Nu’aim).

atau ingatkah kita dg sahabat Haram bin Milham, pernah tertusuk tombak dalam peperangan. darah mengucur dari tubuhnya. dan dia tidak mengeluh bahkan berkata dg lantnag, Demi ALlah, aku beruntung (HR. al-Bukhari, Muslim dna Ahmad).

sultan Salahudin al-ayyubi, generasi yg lebih belakangan begitu cintanya berkorban dijalan Allah. BEliau lebih memilih hidup susah dan menderita dikemah2 padang pasir ketimbang hidup enak didalam istana. pembicaraan beliaupun sll berkisar seputar jihad dan mujahidin (subhanallah).

Umar bin Abi waqash, adik dari sa’ad bin Abi waqash. saat perang badar usianya baru 16 tahun (berusaha menyelinap diam2 ke barisan pasukan muslim saking cintanya untuk berjihad dan takut dipulangkan oleh Rasulullah krn usianya yg masih muda). Namun, ketika Rasul mengetahui niat umar, beliaupun mengizinkannya dan betapa bahagiannya umar, walaupun pd akhirnya beliau terbunuh dimedan jihad..

Itulah sedikit saja contoh generasi terbaik yg pernah dimiliki umat ini. Mereka bukan sekedar org yg siap dan rela berkorban dijalan ALlah tetapi generasi2 yg selalu merindukan bahkan menikmati bahagianya berkorban di jalan Allah. Pengorbanan untuk Allah bgitu mereka cintai daripada mencintai diri mereka sendiri. bahkan mereka rela menggadaikan harta yg paling berharga yg mereka punya yaitu nyawa mereka demi pengorbanan di jalan ALlah Swt…subnahallah..smg ALlah merahmati mereka smua.

terkadang malu dg diri kita. sudahkan kita seperti mereka ??? mempertaruhkan kehidupan kita dijalan Allah. Sudah berpa bagian harta yg kita keluarkan di jalan Allah ??? dibandingkan dg kebutuhan sehari2 kita yg mungkin butuh pembiayaan lebih. Berapa banyak waktu, tenaga dan pikiran yg telah kita sumbangkan untuk berjuang dijalan Allah, dibandingkan dg yg kita pergunakan untuk memenuhi kebutuhan duniawi ini ???

ingatlah, ISlam senantiasa menunggu pengorbanan setiap muslim. Ingat pula, tegaknnya ISlam pada masa lalu dalam bingkai daulah dimadinah telah banyak menguras keringat, air mata, bahkan darah kaum muslimin.

Islam membutuhkan pengorbanan kita, krn pengorbanan ini yg akan membedakan kedudukan kita nanti daihadapan ALlah. semakin banyak kita berkorban semakin dekat pula kita pada kumilyaan dan kejayaan Islam. karena itu hindari berfikir bahwa telah cukup berkorban hanya karena kita telah menjadi bagian dari pengemban dakwah ditengah2 banyaknya kaum muslim yg meninggalkan dakwah. jjng pernah juga berfikir bahwa aktivitas dakwah adl aktivitas “sampingan” yg bukan menjadi prioritas kita. Bukankah Rasul saja menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk Dakwah ??? lihat saja bagaimana Rasul melibatkan diri dlm 70 kali perperangan selama hidupnya. bukankah Ammar bin yasir yg berusia 90 tahun masih ikut berperang dijalan Allah walau badannya yg sdh tua renta, tulangnya yg rapun, rambutnya yg memutih dan penglihatannya yg mulai kabur. lihat pula abu Sufyan yg selalu memotivasi pasukan kaum muslim wlaaupun umurnya sdh 70 tahun (subhanallah..)

karena itupula tdk ada istilah…tdk akan ada dakwah lagi setelah lulus kuliah, setelah menikah, setelah punya anak ataupun setelah disibukkan untuk mencari nafkah..jngan mengorbankan sesuatu yg minimalis untuk Allah, Rasulny, dan untuk Umat ini…

ya Allah….tumbuhkan di dalam dada2 kami kesiapan untuk berkorban di jalan-Mu, serta anugrahkanlah kepada kami kenikmatan didalamnya..amiinn
(JIC)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: