Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

HAKEKAT KEMATIAN

Posted by masjidbaitulmamur pada 11 Februari 2010


Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan oleh meninggalnya mantan Presiden RI yang ke-4 KH. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur dan sekaligus sebagai ulama tersohor dinegeri ini, bermacam tanggapan dan isu barmunculan pasca meninggalnya Gus Dur, dan bermacam cara masyarakat kita mengekpresikan kecintaan,dan duka atas meninggalnya Gus Dur,mulai dari shalat ghoib untuk mendiang Gus Dur, tahlilan bersama mengenang jasa gusdur,dan doa malam tahun baru untuk gusdur.

Para selebritis dan musisipun berlomba-lomba mengadakan konser untuk mengenang jasa Gus Dur , Ahmad Dani seorang musisi kawakan dalam waktu dekat akan mengadakan konser dengan tajuk KONSER FOR GUS DUR, Giring fokalis Nidji menciptakan lagu Khusus untuk mendiang Gus Dur. Dan begitu seterusnya.
Dan selang tiga hari meninggalnya Gus Dur kita dihebohkan dengan terjadinya gerhana bulan, maka berbagai opinipun bermunculan, mulai dari yang rasional sampai yang menggelitik dan sangat memperihatinkan dengan coba mengkaitkannya dengan kematian Gus Dur, bahwa bulanpun ikut bersedih atas meninggalnya Gus Dur hingga terjadi gerhana bulan. Ada-ada aja !!
Kematian itu pasti
Kematian tidak memilih tua dan muda, kematian akan datang kepada kita semua cepat atau lambat, pasti dia menghampiri kita, memang manusia adalah mahluk yang berakal, dan memiliki kemampuan untuk merubah segala sesuatu yang ada di dunia dengan izinNYA, tapi untuk sebuah kematian manusia tak memiliki kuasa apapun untuk merubahnya, walaupun hanya menahan sedetik saja, tidak dengan akal, tidak dengan uang, juga tidak dengan kekuasaanya, kematian pasti akan menjemput kita semua.
Firman Allah swt :
Di mana saja kamu berada, kematian akan mengikutimu, walaupun kamu berada di bintang-bintang yang tinggi…(QS. 4 ayat 78)
Dan kematian itu sudah ditentukan oleh Allah sejak kita berumur 120 hari didalam rahim ibu,dan tidak bisa diundur atau dimajukan barang sekejappun.
Firman allah
“Maka jika telah datang batas waktunya (ajal), mereka tak dapat mengundurkan barang sedetikpun dan tidak dapat memajukannya” (QS. al_A’raf: 34).
kematian adalah akhir dari kehidupan ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan kemudian dimakan oleh mahluk allah yang lain seperti ulat dan belatung kemudian lebur menjadi debu, dan itulah hakekat perjalanan manusia dialam yang tidak kekal dan abadi ini, ya semuanya akan berakhir.
Gerhana Matahari dan Bulan bukan karena mininggal dan lahirnya seseorang
Gerhana Matahari atau Bulan bukanlah sebagai tanda akan meninggal dan akan lahirnya seseorang, bukan pula bersedih dan bergembira karena meninggal dan lahirnya seseorang melainkan semua itu terjadi karena kehedak allah untuk membuktikan kekuasaanNYA melalui alam agar semakin kuat keimanan dan ketaqwaan kita. Sungguh Rasul kita yang mulia saw, sudah melarang kita untuk bertathayyur yaitu mengaitkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang tidak masuk logika dan tidak ada kaitannya, seperti mengaitkan gerhana bulan dengan kematian seseorang.
Hadist yang diriwayatkan oleh Al-Mughirah bin Syubah beliau berkata, “Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah pada hari meninggalnya Ibrahim. Orang mengatakan, ‘Matahari gerhana karena meninggalnya Ibrahim.’ Lalu Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan (adalah dua dari tanda tanda kebesaran Allah). Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka shalatlah (gerhana) dan berdoalah kepada Allah sehingga ia menjadi cerah kembali.'”

Dan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud beliau berkata, “Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena meninggal dan hidupnya seseorang. Tetapi, keduanya adalah dua dari tanda-tanda dari kebesaran Allah. Apabila kamu melihatnya, maka berdirilah untuk mengerjakan shalat gerhana.'”

Jadi sangat memperihatinkan sekali apabila masyarakat kita mempercayai semua isu yang muncul bahwa terjadi gerhana karena meninggalnya Gus Dur

Berhati-hatilah dari syetan jin dan manusia yang ingin mengahacurkan aqidah kita

Dalam setiap peristiwa dan kejadian yang terjadi didunia ini kita diperintahkan oleh Allah untuk mengambil pelajaran dan ‘ibroh untuk menguatkan iman dan ketakwaan kita kepadaNYA karena inilah yang paling berharga pada diri kita selaku orang muslim, hilangnya keimanan adalah hilangnya identitas dan setiap orang dikenali melalui identitasnya.
Namun yang perlu kita sadari bahwa setan tidak serta merta menggiring kita untuk menyekutukan Allah dan melucuti identitas kita dan menelanjangi kita tampa identitas, tapi setan dari bangsa jin dan manusia akan berusaha sehalus mungkin dengan terik-teriknya yang canggih dan menipu berusaha menggiring kita kejalan kemusyrikan dan menanggalkan aqidah kita sedikit demi sedikit tampa kita sadari. Apabila disaku kita ada uang 100 ribu kemudian kita periksa ternyata tersisa 90 ribu, sangat terasa bagi kita akan hilangnya uang tersebut, namun apabila setan-setan tersebut melucuti dan mencuri aqidah kita seringkali tampa kita sadari sedikitpun, dan tertipu oleh penampilan zhohir dan gelar setan-setan dari golongan manusia.
Setan-setan dari bangsa jin akan terus menerus membisikkan kata-kata dusta kepada sekutu mereka dari bangsa manusia agar menyebar fitnah dan isu-isu bohong,dan ramalan-ramalan yang merusak aqidah dan keimanan.

Allah berfirman :
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”
Dan setan-setan tersebut tidak akan pernah berhenti untuk menyesatkan manusia dari jalan kebenaran, karena itulah sumpah mereka kepada Allah, semua sisi akan mereka kuasai, dunia, dosa, kemaksiatan, kezholiman, wanita, haus kekuasaan dan seterusnya.

Allah berfirman:
Iblis menjawab, Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh. Iblis menjawab:’Karena Engkau menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka,dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(Al A’raaf 14-17)
Karena itu berhati-hatilah kita dari tipu daya mereka, jangan mau termakan oleh isu-isu murahan yang ditabur oleh setan dan sekutunya, aqidah adalah sesuatu yang sangat berharga pada diri kita jangan pernah kita kotori dan jangan pernah berikan kesempatan bagi setan untuk menggerogotinya apalagi terlepas atau tertukar dengan impormasi dan isu murahan. BERHATI-HATILAH, KERUSAKAN AQIDAH BUKAN KARENA NIAT PELAKUNYA SAJ A TAPI KARENA ADANYA KESEMAPATAN.
Oleh : Suparma Fajar, Lc
(ghoib)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: