Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Pendidikan Terbaik Bagi Buah Hati

Umat hendaknya menerapkan metode terbaik dalam menjaga dan membimbing anak-anaknya.

Ketika semestinya sedang belajar di kelas, DYD (9) bocah kelas tiga sekolah dasar asal Surabaya ini, justru duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Gara-gara iseng menakut-nakuti temannya dengan lebah, Ketua Majelis Hakim, Sutriadi Yahya, memutuskan terdakwa dikembalikan kepada orangtuanya untuk mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan pembinaan.

Sebelumnya, dalam tuntutannya Jaksa Penuntut Umum menyatakan DYD telah melakukan penganiayaan terhadap teman sekolahnya. Kasusnya terjadi pada 3 Maret 2009 lalu, saat jam istirahat sekolah, DYD iseng menakut-nakuti temannya dengan lebah yang menyebabkan temannya terkena sengatan di pipi.

Bukan sekali ini kasus serupa terjadi. Tahun lalu, PN Tangerang pernah menyidangkan 10 bocah berusia di bawah 14 tahun yang tertangkap sedang main judi jenis koin putar. Sebelumnya, mereka bahkan dijebloskan ke penjara anak.

Di PN Kotaagung, Lampung, seorang bocah berusia delapan tahun juga diadili atas tuduhan pencurian empat bungkus mi instan. Dan masih banyak lagi kasus yang melibatkan anak-anak dan berujung di pengadilan.

Reaksi bermunculan menyikapi masalah ini. Kalangan aktivis perlindungan anak menyayangkan mengapa bocah-bocah itu harus diadili di pengadilan biasa. Sementara para psikolog berpendapat, hal itu bisa memengaruhi kejiwaan anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang.

Sejatinya, anak adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya. Merekalah sumber kebahagiaan, mereka pula yabg membuat kehidupan menjadi manis.

Islam memandang, setelah Allah SWT, anak-anak merupakan salah satu dari orang-orang tempat menggantungkan harapan. Keberkahan mereka akan membawa rezeki, kasih sayang dan keberlimpahan pahala.

Memahami Psikologi Anak
Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar para orangtua tak mengabaikan perkembangan anak-anaknya. Sebab jika tidak, malapetaka yang terjadi. Anak-anak bisa berperilaku kurang baik dan terganggu emosinya.

Di pundak orangtualah, tanggung jawab untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Sebuah pendidikan dan peningkatan akhlak Islam, yang didasarkan karakter mulia yang ditetapkan Nabi SAW.

Menurut Syekh Muhammad Ali Hasyimi dalam buku /Hidup Saleh dengan Nilai-nilai Spiritual Muslim/, tugas di atas hendaknya menjadi perhatian bersama. Sebab, lingkungan pun akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan mereka.

Oleh karenanya, semua pihak harus memahami psikologi anak. Mereka harus mengetahui cara bergaul dengan mereka, menerapkan metode terbaik serta paling efektif dalam perawatan dan pendidikannya.

Aisyah RA meriwayatkan, ”Anak-anak kita adalah hati kita, yang berjalan di antara kita di muka bumi. Bahkan jika sebuah angin dingin kecil menimpa mereka, kita tidak dapat tidur karena mengkhawatirkan mereka.”

Muslim sejati, sambung Syekh Muhammad, tidak dapat mengabaikan anak-anaknya dan membiarkan mereka dalam kesengsaraan. ”Wahai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu-batu.” (QS: at-Tahrim [66] : 6)

Nabi SAW, sejak 1500 tahun lampau, telah memberikan contoh terbaik akan metode membimbing dan mendidik anak. Beliau menunjukkannya langsung dalam kata dan perbuatan. Metode pembimbingan sesuai arahan Nabi antara lain memberikan contoh yang baik, melihat tingkat perkembangan usia mereka, memperlakukan anak dengan baik, tunjukkan kasih sayang, cinta, dukungan, nasihat, koreksi dan bimbingan.

Banyak hadis dan riwayat yang menggambarkan kasih sayang beliau kepada Hasan dan Husein, cucu beliau, juga anak-anak lainnya. Nabi memperlakukan mereka dengan penuh cinta, kelembutan dan perhatian.N ed; heri ruslan
(Rpk)

Sumber tulisan:  Yusuf Assidiq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: