Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Satu Umat, Satu Pohon

Posted by masjidbaitulmamur pada 10 Februari 2010


Pemeliharaan lingkungan hidup berawal dari melestarikan air.

Suatu hari Rasulullah SAW pernah ditanya seorang sahabat yang bernama Sa’ad, ”Ya Rasulullah, sedekah mana yang paling mengagumkan?” Rasulullah SAW menjawab, ”al-Maa’u (air).” Mengapa air merupakan sedekah yang paling menakjubkan di mata Rasulullah SAW?

Menurut Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Prof M Abdurrahman, air menjadi sedekah yang paling mengagumkan dalam pandangan Nabi SAW, karena air merupakan sumber kehidupan. ”Memelihara air itu merupakan suatu keharusan. Karena itu, orang tidak boleh buang air di air yang diam. Ini artinya pemeliharaan lingkungan hidup berawal dari air,” ujarnya.

Pakar fikih lingkungan itu, mengungkapkan, air berada di tempat diam, baik di gunung, pepohonan, akar-akar dan tanah. ”Tangki air di bumi ini adalah awan, laut, gunung, tanah dan danau-danau. Kalau sungai-sungai itu merupakan pipa-pipa air supaya air bisa jalan.” Prof Abdurrahman menambahkan, air menjadi bagian yang sangat dipelihara Rasulullah SAW.

Kini, dunia termasuk Indonesia sedang mengalami krisis air. Sebuah krisis yang telah meresahkan umat manusia. Semua bermula dari eksploitasi terhadap sumber daya alam yang membabi-buta. Hutan yang sejatinya berfungsi sebagai kawasan konservasi telah digunduli dan dihancurkan. Dunia pun mengalami perubahan iklim.

Menurut Ketua Dewan Pembina Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati), Ismid Hadad, menegaskan, perubahakan iklim dan dampaknya yang kian membahayakan merupakan masalah yang harus diatasi. ”Ini serius dan menjadi tugas kita mengatasinya, termasuk umat Islam,” ujar Ismid.

Lantas apa yang bisa dilakukan umat Islam untuk memelihara keseimbangan alam yang sudah kian sekarat? Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan sempat mengajak para alumnus pesantren untuk beramai-ramai menanam pohon. Menurut Menhut, dengan menanam pohon, umat Islam, khususnya alumni pondok pesantren bisa berperan penting dalam upaya pengurangan emisi di Indonesia.

Zulkifli pun berjanji untuk memfasilitasi kredit usaha rakyat bagi umat Islam, khususnya alumnus pesantren yang berniat untuk menanam pohon. Dalam acara Silaturahim Nasional Alumni Ponpes Modern Gontor itu, Menhut menyatakan,selain bermanfaat untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan, menanam pohon juga menguntungkan secara ekonomi.

Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, menyambut ajakan itu. Pihaknya mengajar para alumnus dan pesantren alumni Gontor untuk melakukan Gerakan Menanam Pohon. Umat Islam memang dituntut untuk berperan pending dalam menyelamatkan lingkungan hidup.

Salah satu cara yang paling mudah, setiap umat, minimal menanam satu pohon di lingkungan terdekatnya. Dengan cara ini, umat Islam turut melestarikan alam dan lingkungan hidup yang berada di tubir kehancuran. Kesadaran umat Islam untuk menyelamatkan lingkungan hidup sudah mulai tumbuh.

Berbagai ormas dan lembaga Islam telah menggelar aksi penghijauan. Aksi nyata menyelamatkan lingkungan itu harus terus dihidupkan dan dipelihara. Sebab, memelihara lingkungan tak bisa dilakukan secara sporadis, namun harus terus berkelanjutan. Alam ini amanah yang harus dijaga dan dilestarikan.

Kampanye dan aksi nyata untuk peduli terhadap lingkungan tengah gencar dilakukan Dompet Dhuafa Republika. Direktur Komunikasi Dompet Dhuafa Republika (DDR) Yuli Pujihardi, mengungkapkan, tahun ini, DDR mengusung sebuah gerakan aksi dengan mengusung tema Dompet Dhuafa Goes Green.

”Kita melihat sekarang ini kerusakan alam, pemanasan global sudah menjadi bagian dari masalah kita semuanya. Kita punya program ke pondok-pondok pesantren untuk menanam jutaan pohon buah. Mengapa pohon buah? Selain bisa menghijaukan, juga produktif,” papar Yuli.

Lahan-lahan kosong dan kritis, papar dia, akan ditanami pohon-pohon buah. Sehingga, bisa menjadi sumber kehidupan di masa depan. Lewat program itu, tanah-tanah yang ada di lingkungan pondok pesantren bisa subur, teduh dan nyaman, serta menghasilkan buah-buahan yang segar.

Sabtu, (13/2) mendatang, DDR akan me-launching program Dompet Dhuafa Goes Green di Pondok Pesantren al-Tahfidz, Cileungsi Bogor, Jawa Barat. Rencananya, DDR akan menanam sekitar sejuta pohon, di berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia juga di pemukiman-pemukiman komunitas penduduk.

Aksi nyata umat Islam untuk melestarikan lingkungan hidup juga telah dilakukan di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak tiga tahun, wilayah itu mencanangkan Gerakan Sejuta Pohon.

”Alhamdulillah, program menjaga dan cinta kepada lingkungan sudah berjalan dengan baik di wilayah kami. Sejak tiga tahun lalu, di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat ada program yang disebut Gerakan Sejuta Pohon. Program Gerakan Sejuta Pohon adalah setiap jiwa menanam 10 pohon,” papar Bupati Sumbawa barat, KH Zulkifli Muhadli.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Masykuri Abdillah, menegaskan, agama memiliki peran yang penting dalam mengubah perilaku masyarakat. Terutama untuk lebih ramah lingkungan. ‘Pendekatan agama diyakininya akan lebih cepat mengubah perilaku masyarakat. Pihaknya berharap agar para ulama dalam khutbah-nya mendorong masyarakat agar peduli dan ramah terhadap lingkungan. ed; heri ruslan
(rpk)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: