Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Archive for April, 2010

Jembatan Neraka Lebih Tipis Dari Rambut Lebih Tajam Dari Pedang

Posted by masjidbaitulmamur pada 26 April 2010

Salah satu peristiwa dahsyat yang bakal dialami oleh setiap orang yang telah mengucapkan ikrar syahadat Tauhid ialah keharusan menyeberangi suatu jembatan yang dibentangkan di atas kedua punggung neraka jahannam.
Ia tidak saja dialami oleh ummat Islam dari kalangan ummat Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam, melainkan semua orang beriman dari ummat para Nabi sebelumnya juga wajib mengalaminya. Peristiwa ini akan dialami oleh setiap orang beriman, baik mereka yang imannya sejati maupun yang berbuat banyak maksiat termasuk kaum munafik. Menurut sebagian ahli tafsir peristiwa menyeberangi jembatan di atas neraka telah diisyaratkan Allah di dalam Al-Qur’anul Karim.

”Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS Maryam ayat 71)

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Renungan | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Aqidah Ahlu As-Sunnah Wal Jama’ah

Posted by masjidbaitulmamur pada 26 April 2010

أصول عقيدة أهل السنة والجماعة
PRINSIP PRINSIP AQIDAH AHLU AS-SUNNAH WAL JAMA’AH

PENDAHULUAN
Segala puji bagi Robb semesta alam yang telah menunjuki kita semua kepada cahaya Islam dan sekali-kali kita tak akan mendapat petunjuk jika Allah tidak memberi kita petunjuk, kita mohon kepada-Nya agar kita senantiasa di tetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhir hayat sebagaimana difirmankan Allah SWT :

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [ (102) سورة آل عمران

“hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan Islam." ( surat Ali Imran : 102)
begitu pula kita memohon agar hati kita tidak di condongkan kepada kesesatan setelah kita mendapat petunjuk, Allah berfirman :

]رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ[ سورة آل عمران

“ Ya Allah, janganlah Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau memberi kami hidayah, dan berilah kepada kami dari sisi-Mu kerahmatan sesungguhnya Engkau Maha Pemberi” ( surat Ali Imran : 8)
Dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, suri tauladan dan kekasih kita, Rasulullah r, yang telah diutus sebagai rahmat bagi alam semesta. Dan semoga ridha-Nya selalu dilimpahkan kepada para shahabatnya yang shaleh dan suci, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, serta kepada para pengikutnya yang setia selama ada waktu malam dan siang.

Wa ba’du : Inilah kalimat ringkas tentang penjelasan ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang pada kenyataan hidup masa kini diperselisihkan oleh umat Islam sehingga mereka berpecah belah. Hal itu terbukti dengan tumbuhnya berbagai kelompok (dakwah) kentemporer dan jamaah-jamaah yang berbeda-beda. Masing masing menyeru manusia (umat Islam) kepada golongannya; mengklaim bahwa diri dan golongan merekalah yang paling baik dan benar, sampai-sampai seorang muslim yang masih awam menjadi bingung, kepada siapakah dia belajar Islam dan kepada jemaah mana dia harus ikut bergabung. Bahkan seorang kafirpun yang ingin masuk kedalam Islam ikut ikutan bingung. Islam apakah yang benar yang harus didengar dan dibacanya; yakni ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang telah diterapkan dan tergambar dalam kehidupan para sahabat Rasulullah yang mulia dan telah menjadi pedoman hidup sejak berabad-abad yang lalu, namun justru ia hanya bisa melihat Islam sebagai sebuah nama besar tanpa arti bagi dirinya.

Begitulah yang pernah dikatakan oleh seorang orientalis tentang Islam: “ Islam itu tertutup oleh kaumnya sendiri”, yakni orang-orang yang mengaku-ngaku muslim tetapi tidak konsisten (menetapi) dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

Kami tidak mengatakan bahwa Islam telah hilang seluruhnya, dikarenakan telah menjamin kelanggengan Islam ini dengan keabadian kitabNya, sebagaimana Dia telah berfirman :

]إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ[(9) سورة الحجر

“ sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Al Qur’an, sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah | Dengan kaitkata: | Komentar Dinonaktifkan pada Aqidah Ahlu As-Sunnah Wal Jama’ah

Melaknat Istri

Posted by masjidbaitulmamur pada 24 April 2010

Pertanyaan:

Apa hukum laknat suami terhadap istrinya dengan sengaja? Apakah istrinya menjadi haram baginya karena laknat tersebut? Atau bahkan termasuk kategori talak? Lalu apa kaffarahnya (tebusannya)?

Jawaban:
Laknat seorang suami terhadap istrinya adalah perbuatan munkar, tidak boleh dilakukan, bahkan termasuk dosa besar, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam,

لَعْنُ المُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ

”Melaknat seorang mukmin adalah seperti membunuhnya.”

Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Komentar Dinonaktifkan pada Melaknat Istri

Ummah

Posted by masjidbaitulmamur pada 23 April 2010

Ummah

Kata ummah berasal dari bahasa Hebrew dari akar kata  alef dan  mim, berarti cinta kasih. Ibu, bahasa arabnya  ummun karena pemilik cinta kasih yang tulus.
Dari akar kata yang sama membentuk:  Amam (di depan),  imam (imam shalat/pemimpin),  ma’mum (makmum/rakyat yang dipimpin),  imamah (konsep yang mengatur antara pemimpin dan rakyat), dan  ummah ialah komunitas yang diikat oleh suatu aturan dan tali cinta kasih sebagai sesama hamba Tuhan dengan pemimpin yang disegani, rakyat yang santun tapi kritis, tetapi pemimpin itu tidak otoriter karena rakyat laki-laki atau perempuan diberi kewenangan untuk menegur.
Jika dalam shalat imam melakukan kekeliruan, makmun laki-laki menegur dengan membaca  subhanallah dan untuk perempuan menegur dengan menepuk anggota badan sehingga kedengaran oleh sang imam. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hikmah | Dengan kaitkata: | Komentar Dinonaktifkan pada Ummah

Surah An-Nisa ayat 3

Posted by masjidbaitulmamur pada 22 April 2010

Penjelasan Surah An-Nisa

Surat An-Nisa’ ayat 3:”…Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…” Di sini dijelaskan bahwa salah satu syarat berpoligami itu adalah berlaku adil, yang sangat tidak mudah dilakukan, walaupun keadilan yang dimaksudkan bukanlah sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa‘ ayat 129: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian…”

Baca entri selengkapnya »

Posted in Fiqih | Dengan kaitkata: | 2 Comments »