Baitul Ma'mur's blog

Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.

Hidup Ini Indah

Posted by masjidbaitulmamur pada 28 Juni 2010

Tolok ukur ketenangan dalam hidup ini tidak harus disebabkanoleh materi dan harta yang melimpah, karena tidak sedikit orang-orang yang yang stress karena kekayaannya. Juga sangat banyak orang yang stress bahkan bunuh diri karena tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Tidak sedikit orang yang melakukan tindak kejahatan baik orang kaya maupun orang miskin dan terpaksa menjadi penghuni LP.

Yang tergolong di atas merupakan contoh orang-orang yang tidak bisa menikmati keindahan dalam hidup ini. Padahal apabila kita bisa mengendalikan diri, bisa membagi dan mengatur waktu.. bukan kita yang diatur waktu, niscaya semua orang baik kaya, sedang, miskin pasti akan merasakan indahnya kehidupan.

Mengatur waktu indentik dengan pengendalian diri, kapan kita melakukan ini dan kapan kita harus melakukan itu, dan apa yang harus dilakukan serta apa yang tidak boleh dilakukan. Semuanya hanya diri kita lah yang harus mampu mengendalikannya. Sebenarnya tidak akan terjadi perasaan stress pada seseorang jika orang itu mampu berjalan pada relnya masing-masing.  Jika seseorang melaksanakan suatu keinginan yang diluar kemampuannya dan memaksakan diri dengan mengambil jalan pintas, baik berhasil maupun gagal, maka yang akan terjadi adalah perasaan was-was dan ketakutan, putus asa dan sebagainya.

Pandai mengatur waktu dalam hidup ini adalah penting, kapan kita melaksanakan pekerjaan yang sifatnya wajib.. dan kapan kita mengerjakan pekerjaan yang sunat.  Jangan sampai dibolak-balik.  Suatu contoh nyata seorang petani miskin di pedesaan (di kampung kelahiran saya) :  Ketika bunyi bedug Subuh di Mushola,  dia bangun dan pergi Shalat Subuh berjamaah. Pagi-pagi sekali pergi ke sawah, dan sebelum Dzuhur dia sudah ada di rumah, waktunya Shalat Dzuhur dia pergi ke Mushola.. dan pulang Shalat lalu makan siang seadanya. Setelah itu pergi lagi ke hutan untuk mencari kayu bakar.. sampai waktu Shalat Ashar tiba .. dia sudah pulang dan begitulah seterusnya dia selalu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan (mencari nafkah dan ibadah) tepat waktu. Dia tidak punya keinginan diluar kemampuannya, misalnya ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah lanjutan, karena dia tidak memiliki kemampuan untuk itu dan dia menyadarinya tidak mungkin memaksakan diri.

Rata-rata  orang kampung saya seperti itu, dan mereka tampak hidup berbahagia dan enjoy dengan keadaannya masing-masing.  Saya mengetahui semua itu apabila saya pulang kampung dan berbaur dengan mereka. Seperti itulah kehidupan mereka.. begitu membuat hati saya terenyuh, kenapa jauh sekali dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Mereka ternyata pandai mengatur dan memenej waktu. Kapan harus bekerja, kapan harus beribadah, kapan harus saling membantu dan bergaul  dengan sesamanya semua berjalan seperti air mengalir.

Ada pelajaran yang berharga dari kehidupan mereka, yaitu mereka pandai mengatur waktu, mampu mengendalikan diri untuk tidak menginginkan sesuatu yang diluar kemampuannya.

Sumber: Inspirasi dan Informasi

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: