<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Baitul Ma&#039;mur&#039;s blog</title>
	<atom:link href="http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com</link>
	<description>Menapaki Hidup Sejahtera Dunia Akhirat.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Mar 2011 05:26:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='masjidbaitulmamur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2a7d05835bf5d48e25b45aaad27d46f7?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Baitul Ma&#039;mur&#039;s blog</title>
		<link>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/osd.xml" title="Baitul Ma&#039;mur&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menghormati Ulama.</title>
		<link>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/30/menghormati-ulama/</link>
		<comments>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/30/menghormati-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 04:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidbaitulmamur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/?p=2222</guid>
		<description><![CDATA[Bagi suatu kaum, wafatnya seorang ulama seharusnya menjadi suatu hal yang sangat disesali, karena ulama itu dapat memotivasi dan membimbing umat menuju kemaslahatan hidup. “Sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan ilmu dengan mencabutnya dari semua manusia, akan tetapi dengan menghilangkan ulama, sehingga ketika tidak ada lagi seorang alim, manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2222&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi suatu kaum, wafatnya seorang ulama seharusnya menjadi suatu hal  yang sangat disesali, karena ulama itu dapat memotivasi dan membimbing  umat menuju kemaslahatan hidup.</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan ilmu dengan  mencabutnya dari semua manusia, akan tetapi dengan menghilangkan ulama,  sehingga ketika tidak ada lagi seorang alim, manusia akan menjadikan  orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Yang ketika ditanya, mereka akan  memberi fatwa tanpa didasari ilmu sehingga fatwa akan sesat dan  menyesatkan</em>.” (HR Bukhari)</p>
<p>Rasul SAW mengibaratkan ulama itu sebagai lampu-lampu bumi. Artinya, ulama itu bertugas menerangi kehidupan umat dari kegelapan. Sebagai pengganti para nabi, ulama bertugas melanjutkan dakwah dan menegakkan yang makruf serta mencegah yang mungkar. Mereka mewarisi ilmu para nabi, menjaga dan menyampaikannya kepada umat, agar senantiasa memiliki akhlak yang mulia.<span id="more-2222"></span></p>
<p>“<em>Tidak sepatutnya bagi orang-orang  yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi  dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk  memperdalam pengetahuan tentang agama dan untuk memberi peringatan  kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka  dapat menjaga dirinya</em>.” (QS At-Taubah [9]: 122).</p>
<p>Menurut Sayyidina Ali, pahala seorang ulama lebih besar daripada pahala orang yang berpuasa di siang hari, mendirikan shalat sepanjang malam, dan berperang dalam perang suci karena Allah. Dan  ketika ulama wafat, maka akan muncul satu kesenjangan dalam Islam.  Mereka tak dapat diganti, kecuali dengan yang serupa. “<em>Terdapat dua  kelompok dari umatku. Bila mereka baik, maka baik pula umatku, dan bila  mereka jahat, akan rusaklah umatku. Dialah ulama dan umara</em>.”</p>
<p>Ulama sejati adalah orang-orang yang berilmu dan takut kepada Allah (QS Fathir [35]:  28). Ulama sejati lebih mementingkan kehidupan umat daripada dirinya.  Ulama sejati lebih mementingkan persatuan, persaudaraan, dan perdamaian  daripada perpecahan, kebanggaan kelompok, dan perselisihan.</p>
<p>Karena itu, kewajiban umat Islam untuk senantiasa dekat dengan ulama. Rasul SAW bersabda, “<em>Akan  datang pada suatu zaman di mana mereka tidak menghormati ulama kecuali  karena bajunya yang bagus. Mereka tidak mendengarkan Al-Quran kecuali  dengan suara bagus. Mereka tidak menyembah Allah kecuali pada bulan  Ramadhan. Tidak ada lagi rasa malu pada wanita mereka. Mereka tidak puas  dengan bagian yang sedikit. Mereka tidak puas pula dengan kekayaan yang  melimpah. Mereka berusaha hanya demi perutnya. Agama mereka adalah  uang. Wanitanya menjadi kiblat. Dan rumah-rumah mereka adalah  masjid-masjid mereka. Mereka menjauh dari ulama sebagaimana anak  biri-biri lari menjauh dari serigala</em>.”</p>
<p>Semoga kita senantiasa menjadi umat yang bertakwa, selalu mengamalkan  Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW, hormat kepada ulama, taat kepada pemimpin yang adil, dan baik dengan tetangga dan kerabat. Amien.</p>
<p>Dikutip dari <a href="http://mimbarjumat.com/archives/1234">mimbarjumat.com</a></p>
<p>Lihat juga : [archives]</p>
<br />Filed under: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/category/ahlak/'>Ahlak</a> Tagged: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/tag/ahlak/'>Ahlak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2222&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/30/menghormati-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6360472e3a8fe93ac91177480846b065?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidbaitulmamur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memuliakan keluarga.</title>
		<link>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/29/memuliakan-keluarga/</link>
		<comments>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/29/memuliakan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 04:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidbaitulmamur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/?p=2204</guid>
		<description><![CDATA[Islam turun sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, sebagaimana yang disebutkan Allah Taala kepada Rasulullah saw. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107) Dengan misi yang sangat mulia itulah, dapat dipahami bahwa syariat Islam akan memberikan perhatian yang sangat tinggi terhadap  segala hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2204&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Islam turun sebagai agama <em>rahmatan lil ‘alamin, </em>sebagaimana yang disebutkan Allah Taala kepada Rasulullah saw.</p>
<p>وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ</p>
<p>“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)</p>
<p>Dengan misi yang sangat mulia itulah, dapat dipahami bahwa syariat Islam akan memberikan perhatian yang sangat tinggi terhadap  segala hal yang terkait dengan tindakan-tindakan yang akan membuahkan hasil berupa <em>rahmatan lil ‘alamin</em>.</p>
<p>Sebagai salah satu dari implementasi misi <em>rahmatan lil ‘alamin</em> Islam sangat memperhatikan pola hubungan antar manusia (<em>mu</em><em>‘</em><em>amalah insaniyah</em>).</p>
<p>Dalam makalah yang ringkas ini, akan dibahas bagaimana Islam memerintahkan umatnya untuk memuliakan keluarga sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kehidupan sosial yang penuh dengan kedamaian dan sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.<span id="more-2204"></span></p>
<p><strong>Memuliakan Keluarga</strong></p>
<p><em>1. Hubungan suami-istri</em></p>
<p>Perhatian terhadap keutuhan dan keharmonisan keluarga diingatkan dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an mengenai hakikat dan tujuan pembentukan keluarga itu sendiri. Perhatikan firman Allah Taala dalam Ar-Rum: 21</p>
<p>وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ</p>
<p>“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”</p>
<p>Dengan demikian, <em>sakinah, mawaddah dan rahmah</em> merupakan suatu kondisi yang hendaknya diciptakan oleh pasangan suami istri di dalam  rumah tangganya. Dan ini memerlukan suatu upaya yang sistematis dan konstruktif dari kedua belah pihak. Tuntunan interaksi harmonis suami istri dapat kita lihat dalam beberapa pesan Al-Qur’an dan Hadits:</p>
<p>هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ</p>
<p>“… mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka…” (QS. Al-Baqarah: 187)</p>
<p>وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا</p>
<p>“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An Nisaa:19)</p>
<p>فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ</p>
<p>“…Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka…” (Q.S. An-Nisaa: 34)</p>
<p>“Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? Wanita shalihah: jika dilihat (suami) menyenangkan dan jika (suami) meninggalkannya ia menjaga dirinya dan harta suaminya.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)</p>
<p>“ Janganlah seorang (suami) mukmin membenci seorang (istri) mu’minah. Jika ia tidak suka dengan salah satu perilakunya, ia dapat menerima perilakunya yang lain (HR. Muslim)</p>
<p>“Takutlah kepada Allah dalam (memperlakukan ) wanita karena kamu mengambil mereka dengan amanat Allah, dan engkau halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Dan kewajibanmu adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan baik”</p>
<p>“Sesungguhnya aku berdandan untuk istriku, sebagaimana dia berdandan untukku” (Perkataan Ibnu Abbas RA)</p>
<p><em>2. Memuliakan anak </em><em> </em></p>
<p>Memuliakan keluarga juga berarti meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak. Dalam  hal ini, patokan paling utama adalah perintah Allah Taala kepada orang-orang beriman untuk menjaga keselamatan keluarganya dari api neraka (QS. At-Tahrim: 6 ). Sungguh menjadi kewajiban orang tua untuk menjadikan anak-anak mereka orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Memuliakan anak berarti memenuhi hak-hak mereka, bahkan sejak  awal kehidupan  mereka dimulai yakni:</p>
<p>a.  Menerima kelahiran</p>
<p>Menerima kelahiran mereka dengan penuh sukacita, tidak boleh menolaknya. Sabda Nabi: Barang siapa yang mengingkari anaknya, sedang anak itu mengetahuinya maka Allah akan menutup diri dari orang itu. dan keburukannya akan ditunjukkan di hadapan orang-orang terdahulu dan kemudian (HR. Ad Darami).</p>
<p>b. Melantunkan adzan di telinga kanan saat lahir ke dunia</p>
<p>Aku melihat Rasulullah saw azan di telinga Husein ketika dia baru saja dilahirkan oleh Fatimah RA. (HR. al Hakim)</p>
<p>c.  Tahnik</p>
<p>Yaitu sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW berupa pemberian makanan manis dan lembut di saat-saat  pertama kehidupan anak (bisa dengan kurma atau madu)</p>
<p>d.  Menyusuinya dalam waktu yang cukup (2 tahun).</p>
<p>وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ</p>
<p>“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (QS. Al-Baqarah:233)</p>
<p>e.  Memberi nama yang baik.</p>
<p>Imam Ibnu Qayim mengatakan bahwa ada hubungan yang erat antara nama dengan kualitas anak. Pemberian nama yang baik akan mendorong yang punya nama untuk berbuat baik sesuai dengan makna yang terdapat di dalam namanya, karena nama yang diberikan orang tua mengandung doa dan harapan. Sebaliknya seorang anak akan merasa malu dan rendah diri  apabila nama yang disandangnya buruk, atau tiada makna.</p>
<p>f.  Aqiqah</p>
<p>Menyembelih hewan qurban untuk kelahiran mereka pada hari ketujuh. Rasulullah saw. bersabda, “<em>Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua ekor kambing yang memenuhi syarat dan bayi perempuan cukup dengan satu ekor kambing</em>.” (H.R. Ad-Darami)</p>
<p>g.   Cukur rambut</p>
<p>Pada hari yang ketujuh pula dilakukan pencukuran rambut, dan menimbang rambut tersebut lalu dikonversi dalam satuan emas atau perak yang selanjutnya disedekahkan kepada faqir miskin. <em>“Timbanglah rambut al Husain dan sedekahkanlah perak seberat itu” </em>(HR. Al-Hakim)</p>
<p>h. Khitan</p>
<p>Dari segi medis khitan jelas bermanfaat bagi kesehatan. Dengan khitan berarti sejak kecil ia sudah dipelihara harga diri, kehormatan dan kesehatannya.</p>
<p>Selanjutnya memuliakan anak berarti juga memberikan pendidikan yang baik kepada mereka. Al Qur’an secara monumental telah mengisyaratkan pentingnya pendidikan anak ini melalui kisah Lukman ketika sedang mendidik anaknya:</p>
<p>وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</p>
<p>“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)</p>
<p>Dengan pendidikan yang benar menurut apa yang diajarkan Allah Taala, maka anak akan menjadi individu yang <em>mature</em> dewasa dan bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi kemaslahatan umat.</p>
<p>Kewajiban orang tua pada akhirnya disempurnakan dengan membantu mereka dalam membangun keluarga dengan menikahkannya. Orang tua berperan dalam memilih siapa calon suami/istri putra-putri mereka menurut ukuran kebaikan Islam.</p>
<p>3<em>. Memuliakan orang tua</em><em> </em></p>
<p>Sedangkan bagaimana anak bersikap kepada orang tuanya, juga sangat jelas diperintahkan Allah Taala:</p>
<p>وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا</p>
<p>“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia .Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra: 23-24)</p>
<p>Bahkan Allah selalu mensejajarkan perbuatan mengabdi kepada-Nya dan bertauhid dengan berbuat baik kepada orang tua:</p>
<p>وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا</p>
<p>“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, ….” (QS. An Nisa: 36)</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa memuliakan kedua orangtua bukan perkara sepele. Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa memuliakan kedua orangtua terus berlanjut meskipun keduanya telah tiada:</p>
<p><em>Abu Usaid (Malik) bin Rabi’ah Assa’diyah berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW mendadak datang seorang dari Bani Salimah dan bertanya: Ya Rasulullah apakah masih ada jalan untuk berbakti terhadap ayah bundaku sesudah mati keduanya? </em><em>Jawab Nabi: Ya, men-sh</em><em>a</em><em>latkan atasnya, membacakan istighfar atas keduanya dan melaksanakan janji (wasiat)nya, serta menghubungkan ikatan yang tidak dapat dihubungkan melainkan karena keduanya, dan menghormati teman-teman keduanya</em> (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Dikutip dari <a href="http://www.dakwatuna.com/2010/memuliakan-keluarga/">dakwatuna.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/category/keluarga/'>Keluarga</a> Tagged: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/tag/keluarga/'>Keluarga</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2204&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/29/memuliakan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6360472e3a8fe93ac91177480846b065?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidbaitulmamur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amalan Istimewa.</title>
		<link>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/04/amalan-istimewa/</link>
		<comments>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/04/amalan-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 00:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidbaitulmamur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/?p=2150</guid>
		<description><![CDATA[Amalan Istimewa Rasulullah SAW menyampaikan lima amalan istimewa yang bisa menyebabkan berbagai keuntungan bagi manusia. Syaratnya,&#160; amalan itu dilaksanakan secara tekun dan konsisten. Yang pertama adalah apabila rezeki ingin berkah maka perbanyaklah mengerjakan shalat dhuha. Tubuh manusia itu ibarat mesin yang membutuhkan energi untuk memacu dan mendorong segala aktivitasnya. Energi itu diperlukan untuk memperbaiki kinerja, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2150&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Amalan Istimewa</b><br />
Rasulullah SAW menyampaikan lima amalan istimewa yang bisa menyebabkan berbagai keuntungan bagi manusia. Syaratnya,&nbsp; amalan itu dilaksanakan secara tekun dan konsisten.</p>
<p>Yang pertama adalah apabila rezeki ingin berkah maka perbanyaklah mengerjakan shalat dhuha. Tubuh manusia itu ibarat mesin yang membutuhkan energi untuk memacu dan mendorong segala aktivitasnya. Energi itu diperlukan untuk memperbaiki kinerja, menambah daya semangat, dan membuat segala perbuatan baik konsisten dilakukan. Shalat dhuha merupakan bagian dari energi yang bisa memperbaiki sistem kinerja dalam tubuh manusia, sekaligus merupakan bentuk permohonan kepada yang mempunyai tubuh manusia untuk melimpahkan rezeki yang halal dan berkah.</p>
<p>Kedua, kalau ingin kuburan diterangkan, kata Rasulullah, perbanyaklah mengerjakan shalat malam (qiyamullail). Rasulullah SAW mengatakan bahwa setiap malamnya kuburan kita memanggil (jika manusia peka). Makanya, jika ingin kuburan kita diterangkan kelak tak ada jalan lain untuk membawa penerangnya, yakni dengan bis shalatillail (mengerjakan shalat malam) secara tekun.<span id="more-2150"></span></p>
<p>Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq, sahabat Rasulullah yang telah dijamin masuk surga selalu menangis ketika melaksanakan shalat malam sehingga pernah suatu ketika Rasulullah bertanya kepadanya. &#8220;Mengapa engkau selalu menangis ketika shalat tahajud padahal jaminan Allah sudah kau dapatkan (masuk surga)?&#8221; Kata Abu Bakar, &#8220;Ya Rasul, seandainya saya dimasukkan ke dalam neraka &#8216;enak&#8217; karena disiksanya bareng-bareng. Tapi, bila disiksa di dalam kubur, sungguh sangat menyeramkan karena cuma sendiri.&#8221;</p>
<p>Ketiga, jika ingin dimudahkan menyeberang sirotholmustaqim maka haruslah memperbanyak berpuasa (baik yang wajib maupun sunah) dan bersedekah. Salah satu manfaat puasa Ramadhan yakni bisa masuk surga dengan pintu khusus, ar-rayyan. Dengan berpuasa maka kejujuran manusia benar-benar diuji karena dilakukan hanya Allah yang mengetahui. Maka, orang yang berpuasa Ramadhan akan dimasukkan Allah ke dalam surga secara rahasia.</p>
<p>Selain puasa, juga bersedekah bisa menjadi instrumen seseorang dimasukkan ke dalam surga. Kata Rasulullah, setiap orang yang meninggal maka segala halnya akan terputus kecuali tiga perkara, salah satunya amal jariyah (bersedekah).</p>
<p>Keempat, jika ingin dimudahkan ketika menjawab pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir perbanyaklah membaca Alquran (qira&#8217;atul qur&#8217;an). Rasulullah pernah berdialog dengan para sahabat dan mengatakan, &#8220;Wahai sahabat, di dunia ini sesungguhnya Allah mempunyai keluarga.&#8221; Sahabat bertanya, &#8220;Siapa keluarga Allah itu ya Rasul?&#8221; Kata Rasulullah, &#8220;Dialah yang senang membaca Alquran.&#8221;</p>
<p>Kelima, memperbanyak dzikrullah (berzikir kepada Allah) untuk dimudahkan ketika di akhirat kelak. Seringlah mengucapkan, La ilaha illallah, tiada Tuhan selain Allah. Bahkan, kata Imam al-Ghazali setelah mengucapkan dzikrullah sebaiknya tidak minum dalam waktu lima belas menit karena daki (kotoran) di dalam hati kita tengah rontok.</p>
<p>Maka, itulah lima amalan yang apabila dilaksanakan secara konsisten akan banyak mendapatkan keuntungan utama sebagaimana yang diidam-idamkan oleh banyak orang Islam.<br />
<a href="http://republika.co.id:8080/halaman/174">Republika Online.</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a> Tagged: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/tag/hikmah/'>Hikmah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2150&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/03/04/amalan-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6360472e3a8fe93ac91177480846b065?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidbaitulmamur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Surat Yasin.</title>
		<link>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/02/28/keutamaan-surat-yasin-2/</link>
		<comments>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/02/28/keutamaan-surat-yasin-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 23:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidbaitulmamur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/?p=2103</guid>
		<description><![CDATA[1. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Yasin karena Allah Azza wa Jalla, Allah akan mengampuni dosanya dan memberinya pahala seperti membaca Al-Qur’an dua belas kali. Jika surat Yasin dibacakan di dekat orang yang sedang sakit, Allah menurunkan untuknya setiap satu huruf sepuluh malaikat. Para malaikat itu berdiri dan berbaris di depannya, memohonkan ampunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2103&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Yasin karena Allah Azza wa Jalla, Allah akan mengampuni dosanya dan memberinya pahala seperti membaca Al-Qur’an dua belas kali. Jika surat Yasin dibacakan di dekat orang yang sedang sakit, Allah menurunkan untuknya setiap satu huruf sepuluh malaikat. Para malaikat itu berdiri dan berbaris di depannya, memohonkan ampunan untuknya, menyaksikan saat ruhnya dicabut, mengantarkan jezanahnya, bershalawat untuknya, menyaksikan saat penguburannya. Jika surat ini dibacakan saat sakaratul maut atau menjelang sakaratul maut, maka datanglah padanya malaikat Ridhwan penjaga surga dengan membawa minuman dari surga, kemudian meminumkan padanya saat ia masih berada di ranjangnya, setelah minum ia mati dalam keadaan tidak haus, sehingga ia tidak membutuhkan telaga para nabi sampai masuk ke surga dalam keadaan tidak haus.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/372).<span id="more-2103"></span></p>
<p>2. Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi pekuburan lalu membaca surat Yasin, maka pada hari itu Allah meringankan siksaan mereka, dan bagi yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah penghuni kubur di pekuburan itu.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/373).</p>
<p>3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati, dan hati Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa yang membacanya sebelum tidur atau di siang hari sebelum bepergian, maka hari itu sampai sore hari ia tergolong pada orang-orang yang terjaga dan dikaruniai rizki. Barangsiapa yang membaca di malam hari sebelum tidur, Allah mengutus seribu malaikat untuk menjaganya dari keburukan semua setan yang terkutuk dan dari setiap penyakit; jika ia mati pada hari itu, Allah akan memasukkannya ke surga, tiga ribu malaikat hadir untuk memandikannya, memohonkan ampunan untuknya, mengantarkan ke kuburnya sambil memohonkan ampunan untuknya; ketika ia dimasukkan ke liang lahatnya para malaikat itu beribadah kepada Allah di dalam liang lahatnya dan pahalanya dihadiahkan kepadanya, kuburan-nya diluaskan sejauh batas pandang, diamankan dari siksa kubur, dan dipancarkan ke dalam kuburnya cahaya dari langit sampai Allah membangkitkannya dari kuburnya…” (Kitab Tsawabul A’mal, hlm 111).</p>
<p>Dikutip dari <a href="http://tafsirtematis.wordpress.com/2008/05/28/keutamaan-surat-yasin/">tafsirtematis.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/category/fiqih/'>Fiqih</a> Tagged: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/tag/fiqih/'>Fiqih</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2103&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2011/02/28/keutamaan-surat-yasin-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6360472e3a8fe93ac91177480846b065?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidbaitulmamur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIKMAH PUASA RAMADHAN</title>
		<link>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2010/08/11/hikmah-puasa-ramadhan/</link>
		<comments>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2010/08/11/hikmah-puasa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 20:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masjidbaitulmamur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/?p=2056</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (S.al-Baqarah:183) PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2056&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (S.al-Baqarah:183)</p>
<p>PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.<br />
<span id="more-2056"></span><br />
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.</p>
<p>Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.</p>
<p>Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.</p>
<p>Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:&#8221;Wahai orang-orang yang beriman&#8221; dan disudahi dengan:&#8221; Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa.&#8221;Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:</p>
<p>&#8220;Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor.&#8221;<br />
(H.R.Ibnu Khuzaimah)</p>
<p>Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.</p>
<p>Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan<br />
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.</p>
<p>Allah berfirman yang maksudnya:</p>
<p>&#8220;Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.&#8221; (s.al-A&#8217;raf:31)</p>
<p>Nabi s.a.w.juga bersabda:</p>
<p>&#8220;Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang.&#8221;</p>
<p>Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.</p>
<p>Allah berfirman yang maksudnya: &#8220;Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran<br />
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran<br />
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.</p>
<p>(s.al-Baqarah:185) </p>
<p>Dikutip dari tulisan Ustaz Syed Hasan Alatas</p>
<br />Filed under: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a> Tagged: <a href='http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/tag/hikmah/'>Hikmah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/masjidbaitulmamur.wordpress.com/2056/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=masjidbaitulmamur.wordpress.com&amp;blog=11746412&amp;post=2056&amp;subd=masjidbaitulmamur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masjidbaitulmamur.wordpress.com/2010/08/11/hikmah-puasa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6360472e3a8fe93ac91177480846b065?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">masjidbaitulmamur</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
